SUGAR EXPO DI CALI, COLOMBIA

Direktur Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) diminta mewakili Ikatan Ahli Gula Indonesia (IKAGI) dan stake holder pergulaan Indonesia untuk memenuhi undangan Fireworks Exhibitions and Conferences menjadi pembicara dalam Sugar Expo di Cali, Colombia pada tanggal 12-13 Oktober 2016. Penyelenggaran Sugar Expo ini juga didukung oleh Kedutaan Besar Indonesia di Colombia.  Duta besar Indonesia di Colombia saat ini adalah Ibu Trie Edi Mulyani (Gambar 1).

Dalam Sugar Expo ini menyajikan pameran dari berbagai perusahaan yang menampilkan berbagai teknologi terbaru bagi industri gula seperti peralatan sistem irigasi, mekanisasi untuk kebun tebu, peralatan untuk unit proses di pabrik gula termasuk instrumen untuk otomatisasi dan pengelolaan air limbah.  Sugar Expo juga menampilkan produsen-produsen besar “Panela” (gula merah) dan produk dari pabrik-pabrik gula di Colombia.

          Disamping pameran dari berbagai perusahaan, juga dilakukan seminar dengan berbagai topik terkait industri gula dan ko-produk dari tebu antara lain dari negara Brazil, USA, Peru dan Colombia sendiri.  Pada seminar ini Indonesia menampilkan presentasi dengan topik “How is Indonesia going to increase  its sugar production to try to meet local consumption ? A case study analysis on strategy and plan” (Gambar 2 sampul pertama).

Industri gula Colombia saat ini termasuk dalam salah satu industri gula dengan produktifitas gula per hektar tinggi yaitu mencapai 10 ton gula per hektar.  Peningkatan kinerja industri gula Colombia sejak 35 tahun yang lalu patut dijadikan teladan bagi negara penghasil gula yang rata-rata produktifitas gulanya masih rendah.  Kemajuan industri gula Colombia didukung oleh lembaga riset gula yang didirikan sejak 36 tahun yang lalu yaitu Cenicana. Lembaga riset ini dibentuk dan didukung pendanaannya oleh pabrik-pabrik gula di Colombia dan petani tabu. Akhir Nopember 2016, Direktur Cenicana direncanakan akan berkunjung ke P3GI dan melakukan diskusi dengan IKAGI untuk menjalin kerjasama terkait varietas tebu dan hama-penyakit.

Saat ini produksi “Panela” (gula merah) di Colombia mencapai 1,5 juta ton dari 250.000 hektar area tebu, disisi lain produksi gula pasir mencapai 2,5 juta ton dari luasan area tebu yang hampir sama dengan luasan tebu untuk produksi “Panela”.  Produk gula pasir dari pabrik gula di Colombia sangat bervariasi.  Produk gula berkalori rendah dengan pengurangan 50% sampai 75% kalori dibuat dengan mencampurkan gula sukrosa dengan gula steviosa.  Disamping itu variasi gula rendah kalori juga ada yang ditambahkan Vitamin D3 atau Omega 3 (lihat Gambar 3)

Produk “Panela” (gula merah) dari tebu juga sangat bervariasi bentuknya baik berupa padatan, bubuk maupun sirup (Gambar 4a, 4b dan 4c).  “Panela” dibuat secara alami tanpa tambahan bahan kimia apapun.  Untuk memucatkan warna dan meningkatkan daya awet ditambahkan sejenis dedaunan alami dalam proses pembuatan “Panela”.

P3GI mengucapkan terimakasih kepada Fireworks Exhibitions and Conferences dan Kedutaan Besar Indonesia di Colombia dan IKAGI atas kesempatan yang diberikan untuk menghadiri Sugar Expo di Colombia.

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *