BIAYA POKOK PRODUKSI (BPP) DEPERLUKAN UNTUK PENENTUAN HARGA PEMBELIAN

Penentuan besarnya BPP gula per kilogram di tingkat petani berdasarkan pada berapa parameter yaitu:

Nilai sewa lahan, biaya bahan yang meliputi bibit, tenaga kerja, pupuk dan obat. Biaya tebang muat angkut biaya lain-lain yang dikeluarkan oleh petani dan bunga bank. Keseluruhan biaya tersebut dikoreksi dengan pendapatan tetes yang diperoleh petani dan dengan demikian bisa diketahui BPP terkoreksi. Untuk menentukan BPP per kilogram gula diperlukan parameter hasil tebu, rendemen dan proporsi bagi hasil gula yang berlaku. Melalui proporsi ini bisa diketahui gula bagian petani yang dipergunakan sebagai pembagi BPP sehingga diketahui BPP per kilogram gula di tingkat petani.
Survai BPP tahun giling tahun 2015 sudah dilaksanakan pada pertengahan bulan Maret tahun 2015 yang lalu. Survai ini dilaksanakan di pabrik gula (PG) yang terdiri atas 4 pabrik di luar Jawa dan 12 pabrik di pulau Jawa. Khusus di wilayah Jawa tim survai dibagi menjadi subtim barat, subtim tengah dan subtim timur. Masing-masing subtim menghitung BPP gula di tingkat petani untuk kategori tanaman pertama, tanaman keprasan, lahan sawah dan lahan tegal. Penentuan besarnya BPP di masing-masing PG/subtim ditimbang dengan luas lahan tanaman pertama, keprasan, luas sawah dan tegal. Hasil perhitungan masing-masing subtim di gabung menjadi satu bersama-sama dengan hasil perhitungan PG di luar Jawa. Untuk tahun giling tahun 2015 BPP per kilo gula di tingkat petani.

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *