Focus Group Discussion (FGD) Teknis Pelaksanaan Uji Multilokasi Varietas Unggul P3GI

Penyediaan varietas tebu unggul yang berkesinambungan merupakan pilar dalam pencapaian target peningkatan produksi gula nasional. Namun varietas yang tersedia saat ini telah digunakan cukuplama sehingga potensinya telah mulai menurun, oleh karena itu perlu dipersiapkan varietas penggantinya. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektfitas penyediaan varietas tebu unggul di Indonesia, Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menawarkan kerjasama dengan perusahaan gula baik BUMN maupun swasta untuk dapat secara bersama menyelenggarakan kegiatan uji multilokasi dari varietas unggul harapan P3GI, uji multilokasi dari koleksi varietas introduksi yang ada di P3GI dan secara konsolidasi melakukan introduksi varietas tebu dari luar negeri. Konsolidasi ini sangat perlu dilakukan, mengingat performance varietas tebu yang muncul merupakan interaksi antara sifat genetisnya dengan kondisi mikro klimat maupun tanah yang berbeda untuk setiap perusahaan gula. Untuk mendiskusikan pelaksanaan teknis rencana kerjasama tersebut, P3GI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) yang pada hari Senin tanggal 04 April 2016. FGD tersebut dihadiri perwakilan dari PTPN II, III, VII, IX, X, XI, XII, dan XIV; PT RNI, PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, PT PG Candi Baru, PT Madu Baru; serta PT Kebon Agung, PT Laju Perdana Indah, PT Kebun Tebu Mas, PT Muria Sumba Manis, PT Gunung Madu Plantation, dan PT Sukses Mantap Sejahtera. Dalam FGD tersebut dicapai kesepakatan bersama antara perwakilan PTP/PT Gula dengan P3GI sebagai berikut:

  1.  Penyelenggaraan uji multilokasi, uji adaptasi, dan introduksi varietas
  2. Materi genetik yang tersedia untuk tahun 2016 (pola B) sebanyak 14 klon harapan, mencukupi untuk 7 lokasi uji multilokasi
  3. P3GI bersama holding BUMN gula akan menentukan lokasi yang mewakili tipologi lahan
  4. Kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan MoU dan perjanjian kerjasama antara P3GI dengan masing-masing penyelenggara uji multilokasi, uji adaptasi, dan introduksi varietas.

 Kesepakatan tersebut selanjutnya akan dijadikan pedoman bersama dalam mewujudkan implementasi peningkatan produksi gula nasional pada umumnya dan Roadmap BUMN Gula 2015 – 2019.

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *