Perbandingan Kejadian Elnino 2015 dengan 1997

Keterangan gambar: Pola anomali suhu permukaan laut pada Juni 1997 (kiri) dan Juni 2015 (kanan).

Sumber           :NOAA

NOAA merilis perbandingan anomali suhu permukaan laut di bulan Juni 1997 dan  2015. Sangat jelas bahwa suhu permukaan laut pada tahun 1997 mempunyai pola

yang hampir sama dengan 2015. Namun hal tersebut tidak menjamin bahwa kejadian El-nino tahun 2015 akan lebih kuat dari pada tahun 1997.

Terkait dengan hal tersebut BMKG merilis dampak pengurangan curah hujan pada kasus El-nino dengan kemungkinan pada intensitas lemah-sedang dan intensitas kuat.  Pada kasus El-nino dengan intensitas lemah-sedang, untuk Bulan Juli – Agustus akan berdampak pada pengurangan curah hujan dengan kisaran 40 – 80 % (dibanding normalnya) pada beberapa wilayah di Indonesia. Sementara pada Bulan September-Oktober, dampak El-nino akan semakin parah ditandai dengan semakin luasnya area yang mengalami pengurangan curah hujan. Sementara pada kejadian El-nino kuat, curah hujan di bawah normal melanda wilayah yang lebih luas mulai bulan Juli sampai dengan Oktober.

Dampak El-nino tahun 2015 pada perkebunan tebu akan perngaruh pada rendemen, produktivitas tanaman, ketersediaan air tanaman, masa tanam, jadwal pemupukan, jadwal irigasi dan kegiatan pengolahan lahan. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan hal tersebut apabila dampak El-nino seperti pada tahun 1997.

Kelti Tanah dan Agroklimat P3GI

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *