Rendemen

Rendemen adalah fungsi dari kualitas tebu dan efisiensi pabrik. Hasil telaah P3GI terhadap rendemen dan komponennya selama musim giling (MG) 1935 – 2000 menunjukkan bahwa, kontribusi rendemendari kualitas tebu sebesar 79 – 91% (rerata 85 %), sedangkan dari efisiensi pabrik hanya sebesar 9 – 21 % (rerata 15 %). Kualitas tebu berpengaruh besar terhadap fluktuasi rendemen. Pada umumnya permasalahan yang terjadi pada saat ini adalah pengukuran rendemen masih belum mencerminkan kualitas tebu individu yang dipasok ke pabrik gula (PG) secara akurat, terutama pada PG berkapasitas ≥ 4000 TCD. Akibatnya, pasok tebu lebih berorientasi pada bobot daripada kualitas, sehingga dapat dikatakan secara umum masih belum mampu mendorong pasok tebu yang berkualitas tinggi.

Salah satu upaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di atas adalah, melakukan analisa tebu secara langsung, dengan cara: (1) Sampling tebu individu yang mampu telusur ke populasi atau sampling tebu langsung, (2)  Sampel yang terambil dinilai berdasarkan kualitas tebu individu (kualitas dan kuantitas nira tebu individu), serta (3) Faktor pabrik dinilai berdasarkan kristal nyata yang dihasilkan, oleh setiap rata-rata kualitas tebu dalam rentang waktu tertentu yang telah ditetapkan (1 hari, 1 minggu, 1 periode, atau 1 musim giling).

Dalam implementasinya, diperlukan metode pengukuran rendemen yang lebih akurat dan yang mewakili setiap truck/lori, yaitu: (1) Sampling tebu individu dilakukan menggunakan alat Core Sampler, (2) Pengukuran kualitas dan kuantitas nira individu, yang merupakan cerminan dari kualitas tebu individu, didekati dengan Pol tebu individu atau Kristal NPP % tebu individu, (3) Sedangkan faktor pabrik didekati dengan Overal Recovery (OR) atau Faktor Kristal. Dengan sistem ini, diharapkan nilai rendemen yang didapat lebih representatif, individual, lebih akurat, serta lebih menghargai prestasi individu pemasok tebu.

Selain ketepatan dalam menganalisa, diperlukan kecepatan untuk mengukur rendemen tebu individu. Penggunaan NIR spectroscopy  mampu mengukur %pol dan %brix secara cepat. Supaya NIR dapat mengukur secara akurat maka diperlukan collecting data baik dari tebu cacah (pol tebu) maupun nira hasil pemerahan hydraulic press (%pol dan %brix) untuk membuat persamaan kalibrasi yang valid.

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *