Konferensi Gula Internasional 2017

Isu tentang keberlanjutan industri gula di Indonesia menjadi sangat penting akhir-akhir ini, karena banyak faktor baik yang bersifat endogen dan eksogen yang berpengaruh terhadapnya. Faktor endogen yang dirasakan dominan pengaruhnya antara lain: produktivitas tebu yang rendah sampai dengan rata-rata, keterbatasan lahan yang tersedia untuk tebu, dan efisiensi pabrik yang rendah. Ketiga faktor tersebut menyebabkan rendahnya produksi gula yeng berbasis tebu, dan dengan demikian mengakibatkan defisit gula untuk konsumsi langsung. Di lain pihak, faktor eksogen seperti fluktuasi harga gula dunia, struktur pasar gula pasir yang cenderung bersifat oligopoli, serta rembesan gula rafinasi ke pasar gula pasir, meredam kenaikan harga gula domestik. Sementara itu kebijakan pergulaan nasional secara signifikan belum mampu meminimisasi dampak faktor-faktor tersebut, sehingga kinerja industri gula nasional cenderung stagnan. Konferensi ini akan membahas isu tentang situasi pergulaan dunia, perkembangan industri gula domestik dan tantangannya, dan posisi serta sudut pandang gula rafinasi dalam mendukung pergulaan nasional. Perubahan iklim yang memiliki pengaruh nyata terhadap industri juga didiskusikan untuk merumuskan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan.

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) menyelenggarakan konferensi ini di forum World Plantation Conference and Exhibition (WPLACE) di Bali pada tanggal 18-20 Oktober 2017. Pembicara yang memiliki kualitas dan reputasi tinggi diundang untuk berdiskusi untuk menyusun rencana aksi untuk mengatasi kinerja industri gula nasional yang cenderung stagnan.

No comments yet! You be the first to comment.

Add Comment:

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *