p3gi karet

Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara Sumbangkan Bantuan untuk Desa Tanjung Menang Musi yang Terdampak Banjir

Tanjung Menang Musi, 07/2/2024 – Pasca banjir yang melanda Desa Tanjung Menang Musi, Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara melalui dana TJSL menyalurkan bantuannya untuk Desa Tanjung Menang Musi yang diterima langsung oleh Irwansyah selaku Kepala Desa Tanjung Menang Musi.

Dalam kesempatan tersebut Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara yang diwakilkan oleh Penjab. Kesekretariatan Doni Romadhon, S.T., menyampaikan bahwa kami sangat berempati terhadap warga Desa Tanjung Menang Musi atas banjir tahunan yang melanda dan berdoa semoga banjir ini segera surut dan warga selalu diberi kesehatan. Langkah ini diambil sebagai wujud kepedulian Pusat Penelitian Karet terhadap masyarakat Desa Tanjung Menang Musi yang berbatasan langsung sesuai kemampuan yang ada dan semoga bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan untuk warga.

Pada kesempatan ini juga, Kepala Desa Tanjung Menang Musi mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara. Beliau menyatakan bahwa bantuan ini sangat berarti di tengah-tengah cobaan akibat bencana alam ini.

Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan Pusat Penelitian Karet – PT Riset Perkebunan Nusantara dan Masyarakat, diharapkan di Desa Tanjung Menang Musi proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar, dan para warga dapat menjalankan aktifitasnya seperti biasa dengan normal.

Picture2

KUNJUNGAN POLYPLANT SA KE PT RPN-PPKKI DALAM RANGKA PEMBAHASAN RISET SOMATIC EMBRIOGENESIS KOMODITAS PERKEBUNAN

Founder Polyplant SA, Dr. Alain Chevee sekaligus CEO, Dr. Petiard melakukan kunjungan ke PT Riset Perkebunan Nusantara, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Rabu 31 Januari 2024 dalam rangka Pembahasan Riset Somatic Embriogenesis Komoditas Perkebunan. Kunjungan ini disambut baik oleh Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, Dini Astika Sari, M. Biotech beserta jajarannya.

Polyplant SA adalah perusahaan produsen bibit kultur jaringan di Swiss yang memasok bibit kopi ke Starbucks. Dr. Petiard beserta rombongan terlebih dahulu meninjau Laboratorium Kultur Jaringan yang berada di Kantor Puslitkoka  kemudian bersama-sama meninjau kondisi kebun dan nursery  kopi dan kakao yang ada dikawasan Puslitkoka, Kaliwining.

 

Dalam pertemuannya Puslitkoka dan Polyplant SA bersama membahas kerjasama riset somatic embriogenesis di komoditas perkebunan khususnya kopi dan kakao yang diawali Dengan penyampaian overview oleh Dr. Petiard tentang Polyplant SA dan program untuk kopi dan kakao di Indonesia. Selanjutnya selaku Kepala Puslitkoka Ibu Dini Astika Sari, M. Biotech menyampaikan perkembangan penelitian terkait varietas unggul kopi dan kakao di Puslitkoka.

Dengan adanya kunjungan Polyplant SA ini diharapkan dapat mewujudkan kerja sama penelitian untuk menghasilkan inovasi baru perbanyakan bahan tanaman kopi dan kakao yang unggul.

 

 

 

p3gi - teh3

Peran PPTK-PT RPN dalam “Launching “CERTEAFIED” Standar Teh Indonesia

Dewan Teh Indonesia (DTI) meluncurkan Standar Teh Indonesia (STI) – CERTEAFIED di Pekalongan, 27 Januari 2024  disaksikan oleh para stakeholder dan insan pertehan Indonesia, mulai dari pelaku produsen yang diwakili oleh ATI dan APTEHINDO, ARTI, pelaku rantai pasok para trader dan packer, berbagai brand owner teh lokal Indonesia terutama yang banyak berasal di wilayah Jawa Tengah, pemerintah setempat serta para pemerhati teh dan media partner. Pekalongan dipilih sebagai tempat soft launching STI didasarkan pada 60% industri hilir dan konsumen teh tersentra di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Launching STI “CERTEAFIED” juga menjadi tonggak dari kebangkitan teh Indonesia yang bertepatan dengan 200 tahun biji teh ditanam dan dikembangkan di Indonesia pertama kali. Logo STI dikawal dengan 3 “gunungan” yang menyimbolkan harmoni antara alam dan manusia, dimana teh merupakan pohon kehidupan.

Dalam proses perumusan dan penyusunan STI CERTEAFIED ini, Pusat Penelitian Teh dan Kina memainkan peran penting sebagai Leader dalam perumusan dan penyusunan modul STI CERTEAFIED ini. Kepala PPTK sekaligus ex officio Ketua bidang litbang DTI, M. Akmal Agustira dan Pimpro STI menyampaikan bahwa penyusunan STI ini merupakan standar yang sangat singkat, lahir dari tuntutan para stakeholder teh untuk keberlanjutan teh Indonesia yang terutama di ”drive” dari market demand. Pusat Penelitian Teh dan Kina sebagai satu unit dari
PT Riset Perkebunan Nusantara
berkomitmen untuk memenuhi kebetuhan stakeholders melalui pelayanan dan jasa konsultasi yang didukung oleh peneliti yang profesional di bidangnya. Proses lahirnya STI ini merupakan hasil kerja dari kolaborasi berbagai pihak dengan menyatukan berbagai mindset kebutuhan para pelaku industri teh seperti asosiasi produsen dan rantai pasok, akademisi, NGO, dan tentunya litbang. Sinergi antara peran Litbang DTI dengan para pelaku rantai nilai teh sangat dibutuhkan dalam upaya mempercepat proses inovasi dan teknologi untuk pembangunan industri teh nasional yang berkelanjutan.

Ketua Umum DTI, Dr. Rachmad Gunadi menuturkan Standar Teh Indonesia ini hadir untuk menjawab berbagai isu-isu strategis yang berkembang sangat dinamis di industri teh Indonesia dan global saat ini dan ke depan. Keberlanjutan industri dan bisnis teh Indonesia bisa diwujudkan bila seluruh rantai pasok industri teh Indonesia dapat memahami serta menerapkan praktek-praktek keberlanjutan yang baik dalam pengelolaan perkebunan teh, memperhatikan lingkungan dan orang yang bekerja di dalamnya, industri hilir mendapat pasokan teh yang cukup dan konsumen dapat menikmati dan percaya akan produk teh yang dibelinya.

Lebih lanjut, Dr. Rachmad Gunadi mengungkapkan bahwa keberadaan STI diharapkan dapat meningkatkan keseimbangan manfaat yang diterima dari setiap rantai pasok teh melalui peningkatan kualitas diikuti dengan harga yang lebih baik serta semakin memperluas akses pasar produk teh Indonesia di pasar lokal dan ekspor. STI ini juga dapat menjadi salah satu alternatif non tarrif barrier atas semakin meningkat dan beragamnya produk teh impor ke Indonesia. Selain itu, hadirnya STI juga untuk membranding citra teh Indonesia di kalangan konsumen lokal untuk mencintai dan meningkatkan konsumsi teh berkualitas yang berasal dari negeri sendiri.

Pada momen peluncuran CERTEAFIED juga dilakukan peluncuran asosiasi-asosiasi baru, yaitu Asosiasi Es Teh Indonesia (ASET Indonesia) dan Asosiasi Konsultan Teh Indonesia (AKTI) serta penandatanganan MoU antara DTI dengan KORNAS Pemuda Tani memperkuat perjuangan industri teh Indonesia untuk bangkit bersama-sama mengembalikan kejayaan teh Indonesia. Semakin banyaknya generasi baru Milenial dan Zilenial yang andil terjun langsung dalam industri hilir teh dapat mendorong terbuka luasnya peluang industri hulu teh untuk bangkit dan menggairahkan kembali industri teh Indonesia, yang salah satunya dimotori oleh para pelaku yang tergabung dalam Asosiasi Es Teh Indonesia. Kebutuhan industri yang semakin beragam menuntut para ahli teh untuk lebih lincah dan peka dalam menjawab berbagai tuntutan di lapangan, untuk itulah AKTI ini hadir untuk mempercepat transformasi adaptasi berbagai perkembangan yang terjadi di industri teh lokal dan global. Sekjend DTI, Agus Supriyadi menguatkan bahwa kehadiran asosiasi-asosiasi di pertehan Indonesia ini memberi arti penting bagi DTI sebagai wadah dalam seluruh stakeholders agribisnis teh yang senantiasa akan terus berperan untuk memperjuangkan aspirasi dan mensinergikan kepentingan pelaku industri teh nasional dalam mewujudkan sistem dan usaha agribisnis teh yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian Launching STI CERTEAFIED juga dimeriahkan dengan kegiatan Kampanye Teh bertempat di Lapangan Mataram Pekalongan, untuk lebih memperkenalkan, mengedukasi serta mempromosikan produk-produk teh lokal Indonesia yang berkualitas sehingga masyarakat senang mengkonsumsi dan mencintai produk teh lokal. Dalam kegiatan ini juga memperkenalkan Standar Teh Indonesia CERTEAFIED dan menggaungkan lifestyle minum teh yang sehat dan berkualitas.

dekom p3gi

KUNJUNGAN DEWAN KOMISARIS PT PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO)

Pasuruan, 23 Januari 2024. Dewan Komisaris PTPN III (Persero) melakukan kunjungan kerja ke PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) – Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) pada Selasa, 23 Januari 2024.

Pada kunjungan kerja dilakukan oleh Bapak Zulkifli Zaini selaku Komisaris Utama beserta Bapak Wisto Prihadi selaku Dewan Komisaris Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero). Rombongan didampingi oleh segenap Komite Audit.

Turut hadir pula Bapak Fauzi Omar selaku Direktur Operasional PT Perkebunan Nusantara I (Supporting Co), Bapak Subagyo selaku Regional Head 4 PTPN I, Bapak Winarto selaku Regional Head 5 PTPN I. Rombongan diterima oleh Bapak Misnawi selaku SEVP II PT Riset Perkebunan Nusanatara beserta segenap jajaran di unit Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.

Dewan Komisaris melakukan monitoring kinerja pada salah satu unit kerja, yakni PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN)-Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) dengan agenda diskusi dan kunjungan fasilitas di P3GI Pasuruan. Bapak Komisaris Utama menyampaikan arahan terkait target peningkatan laba gula PTPN III Holding melalui peningkatan supply bahan tanaman tebu yang berkualitas dan perbaikan teknis di bidang on farm.

Beberapa pemaparan yang disampaikan antara lain profil PT RPN – P3GI, pendapatan & customer mapping PT RPN-P3GI, Dukungan PT RPN-P3GI untuk program Swasembada Gula, Penyediaan Benih Bermutu, Dukungan program Food Estate Mearauke, dan penguatan PT RPN-P3GI sebagai Lembaga Riset.

Dalam sesi pemaparan ini, terjalin diskusi bersama Dewan Komisaris mengenai penyediaan benih bermutu melalui program perakitan varietas tebu unggul, perbanyakan dengan kultur jaringan hingga menghasilkan benih bermutu (bersertifikat, murni dan sehat. Selain itu, disampaikan pula beberapa contoh Varietas Unggul Baru yang telah dirilis berdasarkan SK Kementerian Pertanian pada tanggal 6 April 2023 yang dihasilkan oleh PT RPN-P3GI antara lain PSBM 971, PSNX 052, PSXI 943, PSNusantara 053, PSKA 062 dan PSKA 095. Pembahasan benih ini menjadi poin penting dalam pertemuan hari ini sebagai langkah awal dalam mendukung hasil riset penelitian P3GI dan strategi dalam perbaikan on farm serta peningkatan laba gula PTPN III Persero.

Agenda kunjungan ditutup dengan monitoring fasilitas antara lain : rumah kaca, kebun bibit tebu, stasiun klimatologi, eksperimental plan/pabrik gula mini dan Museum Gula Indonesia. Bentuk bahan tanam tebu seperti bud set, bud chip, bagal mata 1 & 2, serta kultur jaringan disajikan di sekitar area rumah kaca sebagai informasi jenis benih yang selama ini dimanfaatkan oleh industri gula.

SGN P3GI

Perdalam Potensi dan Sinergi, Board of Regional Management PTPN I Regional 4 Langsungkan Kunjungan Kerja ke Kebun Tembakau dan HGU Tebu

Board of Regional Management PT Perkebunan Nusantara I Regional 4 langsungkan kunjungan kerja ke kebun tembakau dan HGU tebu pada Kamis (11/01) hingga Jumat (12/01). Kunjungan kerja kali ini dalam rangka memperdalam potensi bisnis perusahaan khususnya untuk komoditas tembakau ke depan.

Adapun kunjungan dimulai dari Kebun Ajong Gayasan, Jember yang merupakan salah satu kebun dengan penghasil tembakau terbaik di Indonesia dan dilanjutkan dengan Kebun HGU Tebu Glenmore, Banyuwangi pada Kamis (11/01). Kunjungan kemudian berlanjut pada Jumat (12/01) ke Kebun HGU Baluran.

Melalui kunjungannya ke Kebun Ajong Gayasan, Subagiyo selaku Region Head PTPN I Regional 4 berdiskusi langsung dengan perwakilan buyer serta karyawan kebun. Sementara itu, Darmansyah Siregar selaku SEVP Operation PTPN I Regional 4 membuka ruang diskusi bersama koordinator serta manajer kebun mengenai potensi karet di HGU Glenmore. Sesi diskusi berfokus untuk membahas sejumlah langakh strategis dalam menghadapi potensi kendala serta memaksimalkan potensi bisnis yang dimiliki guna memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan mencapai target kinerja tahun 2024.

“Kunjungan ini sebenarnya saya ingin mendengarkan secara langsung mengenai proses bisnis dari tembakau. Tahap awal kemarin, pak Darmansyah sudah memutuskan ada penambahan areal menjadi 50 ha untuk kebun tembakau di Kebun Klaten, mudah-mudahan semua teman-teman di sini siap untuk memberikan yang terbaik. Mari kita jadikan momentum ini sebagai peluang untuk berkontribusi secara positif,” terang Subagiyo.

Menyikapi kebijakan manajemen dalam menambah luasan areal, perwakilan karyawan Kebun Klaten yang turut hadir pun menyatakan kesiapannya dalam menjalankan amanah tersebut.

“Kami teman-teman di Kebun Klaten selalu optimis, pak. Kebun Klaten akan selalu sukses untuk menjalankan amanah ini. Bahkan harapan kami, kami bisa kembali di era dahulu, bisa melakukan tanam di atas 200 ha,” ujar salah satu perwakilan Kebun Klaten.

Kunjungan kali ini juga sekaligus momentum bagi Board of Regional Management PTPN I Regional 4 untuk dapat memberikan apresiasinya kepada karyawan yang telah mendukung kinerja operasional tembakau di Kebun Ajong Gayasan.

“Terima kasih ibu-ibu semua atas kerja sama ibu-ibu yang sudah memberikan kinerja terbaik, sehingga kita bisa melakukan penjualan tembakau dengan hasil yang maksimal,” ujar Darmansyah kepada karyawan Perempuan kebun Ajong Gayasan

p3gi erik tohir

Pencapaian Kinerja BUMN 2023 dan Transformasi PT Perkebunan Nusantara

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sejumlah catatan perjalanan transformasi BUMN sepanjang 2023 ini. Dia menilai, proses transformasi perusahaan pelat merah kini semakin terlihat hasilnya. Erick Thohir menyebut, 2023 menjadi tahun ke-4 proses transformasi yang dibawanya. Salah satu bukti kesuksesannya adalah setoran dividen dari perusahaan negara.
Pada unggahan video singkatnya, Erick mengumpulkan sederet kegiatan selama 2023 ini. Mulai dari keterlibatan BUMN di IKN, ajang internasional, hingga pendampingan kepada UMKM lokal.

“Selain menjadi lokomotif untuk mendorong ekonomi nasional, Kementerian BUMN juga terus memberikan pendampingan dan akses pasar kepada UMKM. Kami juga mengadakan Pasar Murah untuk meringankan beban masyarakat. Ini bagian dari usaha kami memperkecil kesenjangan sosial,” bebernya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Pakar Online.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani mengumumkan realisasi dividen yang disetorkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencapai Rp 81,5 triliun per 12 Desember 2023. Realisasi dividen tersebut disumbang BUMN perbankan senilai Rp 40,8 triliun dan BUMN non perbankan Rp 40,7 triliun.
Raihan ini sesuai dengan target yang telah direvisi melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 75/2023 Perubahan Atas Peraturan Presiden No. 130/2022 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2023.

Semula, setoran dividen BUMN ditargetkan sebesar Rp 49,1 triliun dalam APBN sebelum revisi. Namun melihat kinerja BUMN yang dinilai masih menjanjikan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bersama Kementerian BUMN sepakat menaikkan target dividen BUMN menjadi Rp 81,5 triliun.

“UU awal tadinya dividen BUMN hanya ditargetkan Rp 49 triliun. Tapi (berdasarkan) laporan semester kita revisi bersama Kementerian BUMN. Dan dengan melihat kinerja BUMN, kami sepakat dividen BUMN dinaikkan menjadi Rp 81,5 triliun. Sampai 12 Desember kita sudah dapatkan dividen sesuai target Perpres 75,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KiTa, dikutip Sabtu (16/12/2023).

Menurut Erick, kinerja apik ini juga mendapat tanggapan positif dari pasar. Dalam catatannya, Erick menyebutkan tingkat return BUMN di bursa yang mencapai 28 persen atau lebih tinggi dari emiten swasta yang sebesar 18 persen. Erick juga terus mendorong keseimbangan antara penyertaan modal negara (PMN) dengan dividen. Komitmen ini telah disampaikan Erick sejak 2019 yang menginginkan porsi PMN dan dividen bisa setara yakni 50:50.

Sementara itu, di sisi PT Perkebunan Nusantara, Holding BUMN Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) melakukan berbagai transformasi untuk mendorong perbaikan kinerja perusahaan. Salah satu tranformasi yang dilakukan yakni pembentukan subholding.
Direktur Utama Holding PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan, perusahaan melakukan pembentukan tiga subholding yakni SugarCo, PalmCo, dan SupportingCo.

Subholding SugarCo terbentuk sejak 2021 hasil konsolidasi 35 pabrik gula yang sebelumnya dikelola oleh PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV. SugarCo bertugas merevitalisasi industri gula nasional dan meningkatkan produksi gula nasional.
Sedangkan pembentukan subholding PalmCo berasal dari penggabungan PTPN V, PTPN VI, dan PTPN XIII ke dalam PTPN IV. PalmCo akan meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit dan produk olahannya. Sementara pembentukan subholding SupportingCo merupakan gabungan PTPN II, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV akan bergabung ke dalam PTPN I. SupportingCo akan menjadi pengelola aset perkebunan unggul.

Wakil Dirut PTPN III Holding ke P3GI

Kunjungan Wakil direktur Holding Perkebunan III ( Persero)  ke P3GI

Kunjungan Wakil direktur Holding Perkebunan III ( Persero)  ke P3GI, ingin mengenal lebih P3GI. Diskusi dengan P3GI terkait isu program pencapaian target swasembada gula serta pengembangan Riset and Development(RnD) ke depan agar keberlanjutan industri gula dapat terjaga dengan baik. Perhatian dari wakil dirut , Bapak Denaldy Mulino Mauna memberikan semangat baru bagi P3GI untuk terus berkarya ditengah keterbatasan finansial P3GI.

p3gi 12

Menguak Potensi dan Tantangan Industri Kina Indonesia: Kiprah dan Strategi Menuju Keberlanjutan

Pendeklarasian upaya penyelamatan masa depan kina Indonesia telah dilakukan oleh Kalangan peduli Kina Indonesia yang terdiri dari pelaku usaha, lembaga peneltiian, pemerintah daerah, praktisi perkebunan, dll yang dimotori oleh Puslit Teh dan Kina (PPTK) Gambung PT Riset Perkebunan Nusantara dan PT Sinkona Indonesia Lestari (SIL) Ciater, Subang pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Talkshow dengan tema “Keberlanjutan Ekosistem Industri Kina Kita Kini Kedepan” pada Rabu, 13 Desember 2023 di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kabupaten Bandung.

Acara FGD tersebut dihadiri oleh Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, Kepala Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, M. Akmal Agustira, Bupati Bandung yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ir. Hj. Ningning Hendasah, M.Si., dan pemerhati lingkungan di Jawa Barat, Eyang Memet.

Dalam sambutannya, Direktur PT RPN Iman Yani Harahap berharap melalui FGD ini masyarakat tidak akan melupakan sejarah bahwa Indonesia memiliki Komoditas Kina yang harus diselamatkan agar tidak punah dan dapat bangkit menjadi komoditas unggulan.

Saat ini, industri kina di Indonesia menghadapi fase krusial dengan berbagai tantangan dan dinamika. Negara ini yang dikenal sebagai produsen kina terdepan di dunia, kini berjuang untuk mempertahankan dan meningkatkan peranannya di pasar global. Beberapa masalah utama yang dihadapi termasuk menurunnya luas lahan dan produksi, disebabkan oleh kondisi kebun yang kurang memadai, masa tanam yang lama, dan perubahan fungsi lahan

Kepala PPTK Gambung, Akmal Agustira dalam sambutannya mengatakan, upaya pengembangan ekosistem tanaman kina merupakan hal yang harus menjadi perhatian seluruh pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Terlebih lagi tanaman kina sendiri memiliki nilai ekonomis dan pasar yang sangat bagus, ujar Akmal.

Pernyataan tersebut didukung dengan perkiraan pertumbuhan pasar kina global yang akan mencapai Compound Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 6% dari 2022 hingga 2030, serta meningkatnya kesadaran kesehatan, Indonesia berpeluang memperluas pengaruhnya di sektor ini. Strategi yang meliputi revitalisasi perkebunan, pengembangan varietas baru, insentif untuk petani dan investor, serta dukungan kebijakan pemerintah, sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produksi domestik.

Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) PT RPN telah giat melakukan riset untuk menemukan varietas kina unggul, khususnya yang memiliki kadar Quinine sulphate (QS7) tinggi, komponen kunci dalam industri farmasi. PPTK telah mengembangkan 19 klon kina unggul, dengan potensi besar untuk pemuliaan dan produksi masa depan. Studi terbaru menunjukkan bahwa luas lahan kina di Indonesia diperkirakan stabil di kisaran 500 hektar hingga tahun 2025, dengan produksi yang konsisten.

 

Upaya penyelamatan masa depan kina ini juga didukung dengan menerbitkan buku yang berjudul “Kina Kita, Kini dan Ke Depan” yang disusun oleh PPTK, bersama dengan PT Sinkona Indonesia Lestari dan dukungan dari PT Kimia Farma serta PTPN VIII.  Buku ini menjelaskan perjalanan kina di Indonesia, menyoroti tantangan industri, dan menekankan pentingnya transformasi berkelanjutan dan diversifikasi pemanfaatan produk kina.

Kina juga digunakan dalam berbagai pengobatan dan industri, seperti minuman berkarbonasi, kosmetik, dan perawatan rumah. Ekstrak dari daun Cinchona Succirubra sebagai anti-acne menambah keanekaragaman penggunaan tanaman ini. Ini menunjukkan potensi inovasi berkelanjutan yang dapat membuka peluang di pasar global.

Melalui kegiatan FGD ini, Pusat Peneltiian Teh dan Kina PT RPN  mengajak seluruh stakeholder mulai dari akademisi, pelaku usaha, investor hingga lembaga perbankan untuk bekerja sama dalam mengembangkan tanaman kina serta membuka wawasan dan peluang baru dalam industri ini. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas industri kina Indonesia dan mengukuhkan posisi negara sebagai salah satu produsen kina utama di dunia.

 

 

 

 

Keterangan Lebih Lanjut:

Pusat Penelitian Teh dan Kina

Hilman Maulana

Peneliti Pengolahan Hasil dan Enjineering

https://iritc.org/hilmanmaulana

 

d3q402bfig3lc83

Workshop Peningkatan Produksi Tebu Rakyat Untuk Mendukung Swasembada Gula

Upaya untuk mewujudkan swasembada gula nasional sebagaimana diamanatkan dalam Perpres No 40 tahun 2023 perlu didukung oleh berbagai pihak yang terkait. Petani sebagai salah satu komponen penting dalam pengembangan tebu menjadi penting untuk diperhatikan dan dikuatkan pengetahuannya dalam melaksanakan budidaya tebu.  Pengetahuan dan ketrampilan yang harus dimiliki seorang praktisi budidaya tebu diawali dari pemahaman filosofi budidaya tebu, pemahaman tentang persyaratan lahan bagi tanaman tebu, dengan memperhatikan faktor-faktor pengetahuan fase pertumbuhan, unsur-unsur dalam dasar budidaya, monitoring serta evaluasi perkembangan dan pertumbuhan tanaman tebu. Oleh sebab itu diperlukan workshop teknis budidaya tebu yang dilaksanakan secara komprehensif untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan profesionalisme para petugas guna mencetak tenaga lapangan pada sisi on farm yang handal.

Tujuan kegiatan workshop ini adalah Meningkatkan kemampuan peserta untuk dapat memahami teknis budidaya tebu secara tepat sesuai kondisi sosial petani tebu di wilayah masing-masing, meningkatkan kemampuan peserta dalam pemahaman varietas tebu dan penggunaan benih sehat,diseminasi teknologi hasil riset, terakomodirnya informasi dan kondisi tebu rakyat di wilayah pengembangan tebu. Kegiatan “Workshop Peningkatan Produksi Tebu Rakyat Mendukung Swasembada Gula dilaksanakan pada tanggal 28 November 2023 sampai dengan tanggal 29 November 2023 di Hotel Ascent Premier dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan, Jawa Timur.

Kegiatan Workshop dibuka oleh Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, bapak Muhammad Rizal Ismail, SP, M.Si. Pada Pembukaan Workshop Beliau menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian mendukung penuh Perpres No 40 Tahun 2023, untuk itu melalui Ditjenbun bekerjasama dengan P3GI mengadakan workshop yang mengundang perwakilan petani tebu rakyat dari seluruh Indonesia.

Kegiatan workshop dihadiri oleh 70 orang perwakilan dari petani dan dinas terkait dari Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kegiatan workshop di hari pertama terkait dengan materi teknis budidaya tebu dan penataan serta pentingnya varietas tebu unggul. Selain itu juga diadakan diskusi dengan perwakilan petani dari setiap wilayah. Di dalam diskusi, perwakilan petani menyampaikan harapan nya supaya ada bantuan terkait dengan benih untuk bongkar ratoon dan pupuk. Ditjenbun dalam hal ini menyampaikan program-program yang akan dilakukan untuk mendukung penguatan swasembada gula nasional. Program yang dijalankan antara lain bongkar ratoon dan bantuan sarana serta alsintan. Tidak lupa juga penguatan P3GI sebagai lembaga riset tebu dalam mendukung penyediaan benih unggul.

Program pada hari kedua adalah pelaksanaan field trip ke kebun benih P3GI yang terletak di Bakalan, kota Pasuruan. Agenda field trip  di isi dengan diskusi terkait penyiapan benih dan pentingnya varietas unggul dalam pencapaian target swasembada. Pada kesempatan ini dilakukan penyerahan secara simbolis varietas tebu PSNX 052 untuk ditangkarkan oleh petani. Adapun perwakilan petani yang menerima benih simbolis adalah Ganjar Nugraha dari Subang, Sarpan dari Pati, Syaiful Anam dari Blitar dan Sumardi dari Pasuruan. Benih yang akan dibagikan sebanyak 180.000 mata atau setara luasan 3 ha. Penyerahan secara simbolis oleh bapak Haris Darmawan, SE., M.Sc. (Ketua Kelompok Tanaman Semusim – Direktorat Jendral Perkebuan – Kementerian Pertanian) dan Bapak Risvan Kuswurjanto, ST., M.MT. (Kepala Bagian Usaha P3GI).

 

Pasuruan, 30 November 2023

Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia