PELATIHAN TAKSASI TEBU

Kegiatan Praktek Lapang Pelatihan dengan tema Taksasi Produksi Tebu diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab Pasuruan bekerjasama dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) di Pasuruan pada tanggal 15-18 Februari 2016.

Pra Rakor PT Riset Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN)

Pra Rakor PT Riset Perkebunan Gula Indonesia (PT RPN) dilaksanakan di Bogor pada 18-19 januari 2016. Kegiatan ini diikuti oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Pusat Penelitian Karet (PPK), Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia (PPBBI), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PPKKI) dan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI)

KUNJUNGAN TIM BANK INDONESIA (BI) DI P3GI

SELASA, 17 NOVEMBER 2016

Tim Bank Indonesia yang terdiri atas 10 orang yaitu 5 orang yang sudah menyelesaikan SekolahPimpinan (Sespim) BI, 2 orang dari R&D BI,
1 orang dari Bidang Komunikasi BI, serta 2 orang perwakilan BI Surabaya; mengadakan kunjungan dan diskusi di P3GI. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) BI untuk membekali karyawan dengan ketrampilan leadership, memperluas jejaring, membangun kemitraan, serta mempertajam pengetahuan dan pengalaman dengan fakta-fakta yang terjadi di lapangan sehingga dapat melahirkan pemikiran strategis untuk memperkuat perekonomian bangsa.

Diskusi berlangsung seru dan hangat dan berkisar pada topik on-farm, off-farm, kebijakan pergulaan nasional (untuk gula kristal putih), dan dinamika gula kristal rafinasi dalam percaturan gula nasional. Di bidang on-farm dibahas kontribusi P3GI dalam penyediaan varietas unggul tebu baru yang memiliki kadar CCS (Commercial Cane Sugar) atau setara rendemen lebih dari 10%. Kenyataan di lapangan yang menunjukkan kecenderungan merosotnya produktivitas (baik tebu maupun gula) perlu dicermati, apakah karena akibat dari keprasan yang berulang-ulang, budidaya tebu yang sub-optimal, atau karena dampak dari praktek penentuan rendemen individu yang tidak akurat.

Di bidang off-farm digarisbawahi perlunya dicermati kegiatan pasca panen tebang muat angkut (TMA) dan pergerakan tebu antar wilayah yang berdampak pada kehilangan gula (penurunan) di batang tebu, dan penurunan rendemen. Sedangkan di bidang kebijakan, ditinjau secara mendalam tentang komitmen pemerintah dalam bentuk kebijakan yang konsisten dan membangkitkan insentif, penyediaan biaya riset untuk menghasilkan varietas tebu unggul baru, serta kebijakan reposisi status hukum dan kelembagaan P3GI karena hasil-hasil riset P3GI merupakan public goods yang seharusnya dibiayai oleh negara. Kementerian Pertanian sebagai pihak yang ‘memegang bola’ saat ini sebaiknya segera membuat kebijakan baru tentang status hukum dan status kelembagaan P3GI, sehingga keterlibatan negara dalam penelitian gula menjadi jelas dan valid.

Rombongan BI juga berkesempatan menyaksikan penyiapan pengiriman bibit tebu ke beberapa pelanggan, laboratorium pemurnian, explant P3GI, dan berkeliling di beberapa lokasi yang menegaskan bahwa P3GI adalah lembaga penelitian tebu/gula tertua dan sampai saat ini masih tetap setia untuk berkarya bagi bangsa. Tidak ada satupun industri gula di dunia ini yang tidak memiliki lembaga penelitian yang kuat, bahkan di negara produsen gula yang efisien sekalipun seperti Australia. Oleh karena itu, penguatan kelembagaan penelitian tebu/gula sangat diperlulkan untuk kemajuan industri gula dalam negeri.

SONY DSC

Diskusi diruang pertemuan P3GI

SONY DSC

Kunjungan Ke Kebun Percobaan Pasuruan

SONY DSC

Foto Bersama Pimpinan Bank Indonesia (BI) dan Pimpinan P3GI

Perbandingan Kejadian Elnino 2015 dengan 1997

Keterangan gambar: Pola anomali suhu permukaan laut pada Juni 1997 (kiri) dan Juni 2015 (kanan).

Sumber           :NOAA

NOAA merilis perbandingan anomali suhu permukaan laut di bulan Juni 1997 dan  2015. Sangat jelas bahwa suhu permukaan laut pada tahun 1997 mempunyai pola

yang hampir sama dengan 2015. Namun hal tersebut tidak menjamin bahwa kejadian El-nino tahun 2015 akan lebih kuat dari pada tahun 1997.

Terkait dengan hal tersebut BMKG merilis dampak pengurangan curah hujan pada kasus El-nino dengan kemungkinan pada intensitas lemah-sedang dan intensitas kuat.  Pada kasus El-nino dengan intensitas lemah-sedang, untuk Bulan Juli – Agustus akan berdampak pada pengurangan curah hujan dengan kisaran 40 – 80 % (dibanding normalnya) pada beberapa wilayah di Indonesia. Sementara pada Bulan September-Oktober, dampak El-nino akan semakin parah ditandai dengan semakin luasnya area yang mengalami pengurangan curah hujan. Sementara pada kejadian El-nino kuat, curah hujan di bawah normal melanda wilayah yang lebih luas mulai bulan Juli sampai dengan Oktober.

Dampak El-nino tahun 2015 pada perkebunan tebu akan perngaruh pada rendemen, produktivitas tanaman, ketersediaan air tanaman, masa tanam, jadwal pemupukan, jadwal irigasi dan kegiatan pengolahan lahan. Tidak ada salahnya untuk mempersiapkan hal tersebut apabila dampak El-nino seperti pada tahun 1997.

Kelti Tanah dan Agroklimat P3GI

KUNJUNGAN ORIENTASI P3GI BERSAMA PTPN X KE CALON KEBUN DEMOPLOT ARISA – CSIRO di MADURA

P3GI telah mengajukan proposal Proyek ARISA – CSIRO berjudul “Pengembangan

Tebu di Wilayah Madura – Peningkatan Produktivitas Tebu di Pulau Madura melalui Perbaikan Kultur Teknis, Penyuluhan dan Dukungan Kebijakan yang Efektif”, tahun 2015-2018.

Sambil menunggu evaluasi/penilaian proposal yang diajukan, dilakukan orientasi calon lahan demoplot di Madura.

Lokasi yang dikunjungi antara lain adalah:

  1. Kebun Percobaan (KP) milik PTPN X di Kabupaten Bangkalan Kecamatan Kamal dengan luas bruto 199 hektar. Kebun tersebut telah ditata dan dipersiapkan menjadi kebun sesuai standar kebun tebu giling menggunakan full mekanisasi, misalnya dengan persiapan main road (jalan utama kebun) sepanjang 3 km dan in field (jalan antar kebun)
  2. Kebun milik petani tebu di Kabupaten Bangkalan Kecamatan Kamal. Secara umum tanah di Madura mempunyai kandungan BO kurang dari 1 dan curah hujan rendah, dengan tipe iklim D-E. Lahan yang tidak dikelola masih cukup luas, pada lahan tadah hujan masih mempunyai potensi untuk dilakukan manajemen konservasi air misalnya dengan memanfaatkan saluran alami sebagai tampungan ketika musim hujan.
  3. Kebun milik petani di Kabupaten Pamekasan Kecamatan Tlanakan potensi lahan masih memungkinkan ditingkatkan dengan memperbaiki teknik budidaya dan input sarana produksi yang sesuai dengan kondisi kesuburan tanah.

Secara umum lahan di Madura masih berpotensi ditingkatkan produktivitasnya untuk tanaman tebu, pengairan perlu mendapat perhatian yang harus dapat dipecahkan melalui proyek ARISA CSIRO misalnya dengan pengadaan pompa P2AT (sumur dalam). Upaya konservasi air perlu memperhatikan kondisi fisiografi lahan untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan input minimal.

Agriculture in Transition Course

2 weeks course held by Centre for Development Innovation, Wageningen UR, Netherlands 

Atas dukungan finansial penuh

dari Netherlands Government melalui beasiswa StuNed, penulis mendapat kesempatan untuk mengikuti short course Agriculture in Transition : Analyse, Design, and Manage Sustainable Farming yang diselenggarakan oleh CDI – Wageningen University di Belanda pada tanggal 16 Mei – 1 Juni 2015. Sebuah kesempatan yang sangat luar biasa bisa menimba sedikit ilmu dari negara yang telah maju dalam bidang pertanian secara menyeluruh. Inti dari kursus ini adalah peserta memperoleh wawasan lebih luas dalam menyongsong pertanian di masa datang yang semakin penuh tantangan terutama permasalahan perubahan iklim, sumberdaya alam yang semakin terbatas, kualitas lingkungan yang menurun, dan derasnya arus urbanisasi. Konsep pertanian masa depan bukan hanya produksi biomassa yang besar namun harus terintegrasi dengan peternakan dan perikanan sebagai satu kesatuan agar mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk seluruh penduduk bumi (food for the future). Satu hal yang sangat menarik yaitu penulis dikenalkan kepada tools (soft) yang digunakan untuk menganalisis system pertanian kemudian menemukan titik kritis yang segera diperlukan perubahan agar system pertanian tersebut dapat terus berjalan (sustainable), dan pada akhirnya bisa menyusun scenario system pertanian yang baik dan sustain. Tools tersebut dapat juga dipergunakan untuk menyusun suatu rencana kegiatan action research yang langsung memberikan efek nyata kepada stakeholders yang terlibat.