Sekilas sejarah perindustrian gula dan pendirian P3GI

Abad 16 ke 17

Pada pertengahan ke-2 abad ke-16 tahun(1673)pabrik gula pertama didirikan di batavia tahun (1750) pabrik gula dijawa meningkat menjadi 100 buah.

Pada 1776 terjadi krisis industri gula.

Abad ke 18

Tahun 1800 jumlah PG meningkat sebanyak 130 PG dan pada awal tahun 1800 terjadi pergolakan politik di Eropa. Belanda diduduki perancis (1807-1811) masa kekuasan Gubernur Jendral Daendels, kemuadian oleh inggris (1811-1816) masa kekuasaan Lenan Jendral Raffles. Pada tahun 1816 belanda kembali menguasi jawa para komisaris jendral (1816-1819) menerapkan kembali eksploitasi tanah untuk memperbaiki keuangan negri induk yang sedang merosot. Selama tahun 1810-1830 pelaksanaan sistem sewa mengalami kegagalan. Pada 1849-1850 terjadi bencana kelapran di Cirebon,Demak,dan Grobogan.

Pendirian Balai Penyelidikan

Tahun 1883 1884 terjadi krisis kedua industri gula di jawa. Tahun 1885 para pengusaha gula bekerja sama untuk memperbaiki produksi dan budidaya tebu. Tim penyajian lamporannya pada tanggal 1 november 1886. berdasarkan keputuasan pemerintah hindia belanda no. 124 tanggal 9 juli 1887 proefstation oost-java (east java experiment station) didirikan.  

Abad ke 19

Pada pertengahan 1903 dibentuk kurator yang anggotanya terdiri atas dewan direksi the het proefstation voor suekerriet in west java dan the het proefstation oost-java yang bertugas untuk membuat rencana program kerja dan menetapkan budget anggaran dalam rangka penyatuan kedua lembaga tersubut.

Sejak 1 januari 1907 the het proefstation voor suikerriet in west java dan the het proefstation oost java manjadi satu dengan nama balai penyelidikan perusahaan-perusahaan gula (het proefstation voor de java-suikerindustrie/experimen station for the java sugar industri), Pada tahun 1933 cabang tersebut dibubarkan. Sejak awal krisis dunia dimulai tahun 1932 terjadi pengurangan budget yang kemudian berpengaruh terhadap aktifitas unit pelayanan.

Masa Pra Kemerdekaan RI

Tanggal 1 juni 1942 industri Gula Di Jawa kemudian berada kekuasaan hukum Gunseh Kanbuh (Administrasi Militer Jepang) yg bertanggung jawab kepada Jawa Tokyo Rengokai dengan pengendalian langsung. Untuk perencanaan anggaran musim giling1942 dan musim tanam 1943. pada akhir tahun 1942 penelitian yg di asingkan dilepas dan kembali melakukan tugas penelitiannya. Akhir Juli 1942 direktur Balai kembali ke proefestation(Tokyo Shigensho). Tanggal 1 Juli 1943 Tim Oisier Jepang yg beranggotaan 4 orang dari Taiwan Sugar Eksperiment Station ke Pasuruan.

Masa Kemerdekaan dan paskah Kemerdekaan

Pada tahun 1945,3 orang anngota staf bangsa Indonesia diangkat sebagai penasehat Jepang Iskandar (umum), Sasmito (pertanian), purwoto (urusan umum). 17 oktober 1945 seluruh bangsa jepang dipasuruan masuk barak dimalang. Pertengahan tahun 1947 proefestation kembalu dikelola oleh pemilik pabrik Gula. Diantara thun 1942 hingga 1948 proefstation banyak mengalami. Pada masa revolusi kemerdekaan saat aksi militer belanda kedua tanggal 21 juli 1947,

Proses alih inventaris dna pengelolaan Proefstation

Dalam rangka ahli kemenangan atas hak kepemilikan dari belanda, tanggal 9 desember 1957 di pasuruan mendapat jalan atas instruksi penguasa miiter dan para staff utamanya. Maka sejak jam 16.00 tanggal 12 desember 1957 tanggung jawab penuh dan kewenangan proefstation telah di serahkan kepada ke 3 orang tersebut. Tugas triumvirate adalah mempersiapkan segala keperluan dalam rangka penyerahan manajemen dan semua inventaris proefstation paling lambat waktu 1 minggu efektif dari saat penyerahan kewenangan. Pada tanggal 20 desember 1957 jam 10.00 bertempat di gedung proefstation Ir. G.A.W. Wagenaar selaku direktur menyerahkan seluruh inventaris proefstation kepada Triumvirate.

Dewan Pembina Balai

antara tahun 1963 hingga 1979 dewan pembina BP3G mengalami perubahan baik menyangkut struktur organisasi susunan keanggotaannya termasuk fungsi dan kewenangannya.

setelah pengambil alihan perkebunan-perkebunan belanda oleh pemerintah Republik indonesia bulan Desember 1957 proefstation voor de java-suikerindustrie Experiment Station for the java Sugar industry di beri nama balai penyelidikan perusahaan-perusahaan gula. Setelah tahun 1965 berubah menjadi balai penyelidikan perusahaan perkebunan gula.

Masa pegelolaan oleh putra-putra indonesia

pada tanggal 1 februari 1970  Ir.Barli Laoh menggantikan Ir. Honggowibowo Handojo sebagai direktur BP3G pasuruan berdasarkan keputusan menteri pertanian No.36/kpts/OP/2/1970 tanggal 3Februari 1970. Selama decade kedua 1970-1980, merekrut 15 peneliti (satu orang untuk tenaga adminstrasi lainnya sbg peneliti), dan 31 tenaga staf (3 orang diantara untuk tenaga administrasi dan perpustakaan). Sebanyak 8 kandidat, dan dua peneliti telah berhasil menyelasaikan program pada tahun 1978.

pada tahun 1974 seksi irigasi dan meteorologi, seksi diklat, dan seksi tebu rakyat sejak tahun 1972. meskipun seksi yang disebut terakhir telah dibentuk setahun sebelum keberadaan inpres no.9 tahun 1975 ( keputusan menteri pertanian no. 022/SK/Mentan/BPB/1975 ) april 1975, masalah tebu rakyat menjadi masalah yang serius bagi BP3G.

Tahun 1977 tim tebu tegalan dibentuk sehubungan kecenderungan makin meluasnya budidaya tebu ke lahan kering. Fasilitas fisik diperluas dengan pembelian lahan seluas 70,7 ha di pasuruan, cirebon, dan pekalongan pada tahun 1976 dan 1977. untuk menambah bangunan sebuah experimental plant tdibangun ahun 1973 yang telah diawali sejak decade pertama.

Perwakilan P3GI dan kebun percobaan

Perwakilan P3GI didirikan dengan tugas pokok sebagai berikut :

mengembangkan paket teknologi yang didasarkan temuan hasil peneliti

menyediakan jasa konsultasi, pelayanan dan bimbingan dalam memecahkan persoalan industri gula dan lembaga lain yang berkaitan dengan industri gula, serta sosial ekonomi.

mengumpulkan masalah-masalah yang dihadapi industri gula sebagai refrensi para pakar dalam upaya menemukan solusi melalui kegiatan peneliti

Kondisi P3GI saat ini .

Status perwakilan jatiroto dan Jengkol berubah menjadi kebun percobaan sejalan dengan dibentuknya  kebun-kebun percobaan Plumbon, Comal dan Sala. Ke 13 KP dan berwakilan berada dibawah direktur sosial dan ekonomi. Dalam pelaksanaan operasionalnya ditetapkan dua inspektur yakni inspektur jawa dan luar jawa. Sampai saat ini berdasarkan hitungan waktu P3GI telah berumur 115 tahun. Suatu usia yang dibilang tidak mudah lagi.

Status P3GI

Sejak 1 februari 1996, P3GI mejadi salah satu anggota asosiasi penelitian perkebunan indonesia (APPI). Dari pusat penelitian dan 1 unit penelitian.

Kelima pusat penelitian dan unit penelitian tersebut adalah :

    1. Pusat penelitian Kopi dan Kakao di Jember, Jawa Barat
    2. Pusat penelitian Perkebunan Gula Indonesia di Pasuruan, Jawa Timur.
    3. Pusat Penelitian The dan Kina di Gambung Jawa Barat.
    4. Pusat Penelitian Karet di Sungai Putih, DI Sumatra Utara yang memiliki 3 Balai yakni Balai Penelitian Sumbawa, Balai Penelitian Teknologi Karet Bogor, dan Balai Penelitian Getas
    5. Pusat Penelitian Kelapa Sawit di Medan yang memiliki 2 balai yakni Balai Penelitian Medan dan Balai Penelitian Marihat.
    6. Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan di Bogor.