Kepedulian KITA, Menyelamatkan Keluarga dan Masyarakat dari Bahaya Timbal Asetat

timbal 4

Timbal Asetat bagi kalangan industri gula, merupakan nama yang tidak asing dan akrab ditelinga kita. Kita telah mengetahui dengan sangat jelas dan paham bahwa Timbal Asetat merupakan kelompok bahan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) yaitu zat, energi, atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya dapat mencemari, merusak lingkungan hidup, serta membahayakan kesehatan dan kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Tetapi karena bahaya yang timbul tidak pernah kita merasakan secara langsung atau bahkan kampanye Dampak Timbal Asetat yang masih belum maksimal, menjadikan kita lalai bahkan mengabaikan dampak dari penggunaan Timbal Asetat tersebut.

Meskipun timbal asetat jarang digunakan secara langsung dalam produk konsumen sehari-hari, tetapi didalam industri makanan minuman, pewarnaan tekstil dan pelapis logam, penggunaan medis tradisional seperti astringen (meski sekarang jarang), dan sebagai reagen kimia untuk uji biokimia pendeteksi asam amino belerang serta beberapa industri lainnya penggunaan Timbal Asetat masih rutin digunakan. Data WHO menyebutkan prevalensi tinggi pada anak-anak, diperkirakan lebih dari 8 juta anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas ambang batas yang ditetapkan WHO (5 mikrogram per desiliter). Risiko kesehatan yang timbul anatara lain dari paparan timbal adalah merusak sistem saraf, ginjal, otak, dan menyebabkan anemia, terutama pada anak-anak yang dapat mengalami penurunan IQ dan masalah perilaku.

Saatnyalah bagi kita untuk berani mengatakan, STOP terhadap penggunaan Timbal Asetat. Minimal yang dapat kita lakukan adalah dilingkungan kerja sudah tidak memakai bahan Timbal Asetat. Kita mencoba memakai reagen yang lebih ramah bagi lingkungan. Karena sekecil apapun interaksi terhadap bahan Timbal Asetat meskipun kita telah melengkapi dengan APD (Alat Pelindung Diri) sekalipun, mikroTimbal Asetat akan terus menempel terbawa sampai kerumah, sampai kepada keluarga kita tercinta.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest